Sabtu, 16 Oktober 2021

Ecogas Banyuwangi

Melayani Pengenalan dan Pembuatan, Serta Pemesanan Instalasi Biogas Portable, Semi Permanen dan Permanen. Contact Person: 
081336486621(Pemasaran)
085335138764 (Pimpro)





Kamis, 06 Juni 2019

Inspirasi Banyuwangi

Ahmad Sujoko(Bina Berdikari Sejahtera) Bersama Kang Tumiran(Owner Kedai Sate Jamur "Mas Kuncir")

Kang Tumiran begitu sapaan akrab laki-laki yang kini menekuni usaha kuliner yaitu sate jamur tiram putih. Berawal dari belajar budidaya jamur tiram putih disuatu daerah nama desanya Sumberagung Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi. Bermodalkan keberanian dan kepercayaan diri, serta keingin tahuan dan inovasi yang tinggi maka beliau mengawali usaha budidaya jamur tiram putih dari bantuan dan kerja sama dengan "Bina Berdikari Sejahtera" sebuah usaha budidaya jamur tiram dari Kota Malang. Kemudian, mulai dari cara pencampuran media hingga pemasukan bibit kedalam baglog beliau pelajari dengan teliti. 

Berselang beberapa bulan setelah jamur tumbuh dan menghasilkan buah jamur. Meskipun masih belum banyak hasil panen yang diperoleh Kang Tumiran memiliki pemikiran yang inovatif dan kreatif, yaitu pengolahan jamur menjadi makanan siap saji yang belum pernah ada. Berbekal pengalaman dalam pengolahan dan pembuatan sate kambing dan ayam, akhirnya munculah ide inovasi dan kreasi makanan yang bernama sate jamur. Sate Jamur ini secara umum tidak berbeda seperti pengolahan sate pada umumnya, namun yang membedakan adalah bahan bakunya. Jika sate ayam atau kambing yang digunakan itu daging, sate jamur ini yang digunakan sebagai penggantinya adalah jamur tiram putih. Dari inovasi tersebut sate jamur yang diberi nama "kedai mas kuncir" mulai dikenal oleh masyarakat lokal dan luar daerah yang berkunjung ke Wisata Pinus Songgon.

Saat ini, budidaya jamur tiram dan kedai sate yang dikelola oleh Kang Tumiran menunjukkan kondisi yang bagus. Kratifitas yang selalu diinovasikan dengan saran dari para pelanggan, hingga saat ini eksistensi sate jamur mas kuncir masih menjadi salah satu destinasi kuliner yang ramai dikunjungi oleh para wisatawan.

Kisah ini menjadikan sebuah motivasi bagi kita, bahwa setiap usaha yang dilandasi dengan tekun, ulet dan kreatif akan membuahkan hasil yang manis. Sesuai bagaimana Firman Allah dalam Al-Qur'an, "Allah Tidak Akan Merubah Nasib Suatu Kaum, Kecuali Kaum Itu Sendiri Yang Merubahnya". Semoga kisah inspiratif ini bisa membuat kita berjuang lebih keras, berpikir lebih cerdas dan berdoa lebih ikhlas.

Sabtu, 18 Mei 2019

Buka Bersama & Silaturrahmi Antar Lembaga Desa Kedungringin









Bulan Ramadhan sering identik dengan kegiatan yang mempererat tali silaturrahmi dengan teman, sabahat dan keluarga. Hari ini Desa Kedungringin mengadakan acara buka bersama dan silaturrahmi dengan Pemerintah Desa, BPD, LPMD, BUMDes, E-Warung, BKM dan Karang Taruna Desa Kedungringin.

Acara ini dilaksanakan dimulai dengan acara buka bersama, jamaah sholat maghrib bersama dilanjutkan dengan sosialisasi program. Mulai program desa sampai dengan program karang taruna. Program Karang Taruna yang menjadi agenda tahunan yaitu HUT RI ke-74 Desa Kedungringin. Dalam hal ini Karang Taruna bertanggung jawab di kegiatan tersebut.

Dalam acara buka bersama dan silaturrahmi lembaga bertujuan mempererat hubungan dan jaringan komunikasi semua lembaga desa. Kegiatan ditutup dengan sholat tarawih bersama. Sebagaimana yang disampaikan kepala Desa Kedungringi, Bapak Supardi "kegiatan ini baru pertama kali kita laksanakan di Desa Kedungringin. Insya Allah ini akan kita jadikan agenda tahunan Desa Kedungringin setiap bulan Ramadhan.


Sabtu, 11 Mei 2019

Politik Warung Kopi

"Demokrasi", kadang banyak yang memiliki presepsi sendiri tentang definisi kata tersebut. Mulai dari kalangan elit sampai kalangan yang "sulit". Semua membicarakannya, semua menilainya. Tak luput dari sorotan hasil pesta yang baru saja digelar. Mulai yang berotot sampai yang berjenggot.

Ah, itu hanya sebuah prolog untuk memulai sebuah pemikiran. Saat berbicara politik bermacam-macam orang berkata, ada yang mengatakan politik itu kejam, ada yang mengatakan politik itu kotor, ada yang bilang politik itu seni dan masih banyak lagi.

Itulah negeri ini berjuta penduduk, beribu suku dan berbagai bahasa, serta beberapa agama. Membicarakan tentang strategi dan siasat dalam memenangkan dan memikat hati lawan bicaranya. Yang digedung, yang dihalaman rumah, bahkan sampai di warung kopi.

Tapi, bagiku demokrasi paling demokratis adalah warung kopi. Disana semua bebas berbicara, bebas berkata, bebas berpikir sesuai dengan opini mereka. Sebenarnya mereka paham tentang strategi, tapi mereka juga tak mau sesibuk para politisi. Selalu berbicara realita tanpa sebuah dusta diantara kita. Warung itu kini menjadi hangat dengan pembicaraan politik wilayah. Ya, tentang desa yang dia tempati kini bersama dengan keluarga. Politik ini berbicara kekecewaan yang terpendam, meskipun telah disuarakan pada yang berkepentingan dan para penguasa seolah pendengarnya tak tau apa yang sebenarnya diharapkan.

Malam kian larut, dan pembahasan mulai mengerucut pada, "mau dibawa kemana desa kita?"

Berbicara tentang pembangunan, bukan sebuah rahasia lagi bahwa yang mereka bicarakan adalah realita tentang lambatnya perubahan berbasis infrastruktur dan pendukung potensi ekonomi sosial. Membahas pengembangan inovasi dan teknologi, tak ada satu halpun yang bisa dibahas tentang itu. 
Kenapa demikian? 
Teknologi apa yang bisa dibanggakan di desa ini?
Jangankan berbicara terkait tantang revolusi industri 4.0, membahas tentang teknologi renewable energy saja kita tak mampu. Apalagi menuju ke revolusi industri.
Pembahasan kedaulatan, pemberdayaan dan pemanfaatan sumber daya manusia?

Tidak bisa kita pungkiri bahwa, desa ini memiliki beberapa perusahaan besar. Namun apakah tenaga kerja mulai dari tenaga ahli hingga tenaga produksi sudahkah menunjukkan kedaulatan desa atas dampak lingkungan, sosial dan budaya disekitarnya?

Ah..... Mungkin kita sedang mengigau kawan. Berbicara hal yang tak pernah terpikirkan oleh para pemangku kebijakan. Mereka hanya berpikir tentang jasa kerjanya bukan tentang prestasi kerjanya. Banyak anak pribumi berpotensi justru di kebiri agar tak berbicara tentang inovasi dan kreasi. Tak ubahnya semua dibuai dalam diam, dalam kedamaian dan bersenyap dalam kekenyangan. 

Berbagai sudut pandang diutarakan, berbagai sudut pemikiran dikemukakan. Namun, semua hanya selesai diatas meja dan tak ada tindakan untuk penyelesaian yang memperbaiki pemerintahan yang ada.
Pembaca mungkin tau seperti apa kondisi pemerintahan desa kita, tapi inilah kenyataannya. Saat para pemuda ingin menunjukkan prestasi dan kinerja programnya secara nyata namun birokrasi desa yang tak seimbang dalam kerjanya.
Kasi dan kaurnya yang ingin bekerja dengan santai namun memperoleh hak sepenuhnya.

Penutup malam ini yang membuatku berbangga dengan mereka adalah, "Desa Harus Berbenah Diri, Mulai Dari Birokrasi, Sampai Para Pemimpin Tinggi".


Rabu, 08 Mei 2019

Belajar Mengukur Waktu









Semenjak berdiri dan ditetapkan sebagai lembaga yang menangani pemuda pada tanggal 13 Oktober 2017. Karang Taruna Bhakti Remaja Desa Kedungringin telah menorehkan berbagai hal dalam prestasinya sebagai jembatan dan fasilitator pemuda desa. Pada tahun 2018 awal mula berdetaknya jantung desa dan udara segar berbau pembaharuan dalam sebuah agenda tahunan desa dilaksanakan oleh Karang Taruna Desa Kedungringin. Tepatnya, dalam rangka memperingati HUT RI-73. Setelah sekian lama masyarakat desa yang rindu akan sebuah hiburan dan perayaan untuk melibatkan warganya akhirnya bisa menjadi kenyataan. Pada tahun 2000 yang lalu saat sudah mulai bisa mengingat tentang kondisi desa sampai 2017 semua perayaan itu hanya sebuah lamunan dan keinginan. Sehingga terlaksana moment HUT RI-73 itu dengan meriah dan semangat kebangsaan yang tinggi. Anak-anak, pemuda dan bahkan kalangan tua bersatu padu untuk memeriahkannya.
Tidak berhenti disana, pada akhir tahun 2018, Karang Taruna kembali membawa sebuah inovasi yang menjadikan bertambahnya catatan kinerja nyata karang taruna. 8 Desember 2018 Karang Taruna menerima bantuan berupa kolam dan bibit lele sebagai tanda kerjasama UNTAG Banyuwangi dengan Karang Taruna Bhakti Remaja Desa Kedungringin. Bukti bahwa Karang Taruna tidak hanya diam menunggu dan menanti datangnya anggaran dari pemerintahan desa.
Awal tahun 2019 merupakan tahun yang menjadikan Karang Taruna mencatat sejarah kembali dalam pengembangan minat dan bakat warga Desa Kedungringin. Berdirinya Sanggar Tari Bhakti Budaya Lestari dan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Teratai menambah catatan indah dalam menunjukkan kinerja yang nyata dan terasa oleh masyarakat Desa Kedungringin. 
Kini Desa Kedungringin menjadi desa yang mulai berbenah dan memiliki sebuah gerakan nyata dalam ranah kepemudaan. Terbukti dengan kinerja nyata Karang Taruna Bhakti Remaja Desa Kedungringin yang kian hari kian menunjukkan eksistensinya dalam melihat dan menangkap situasi pergerakan waktu yang semakin cepat. 
Kami, sebagai pengurus turut berbangga pada kinerja mereka yang tanpa lelah, dan tanpa pamrih dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengabdi pembangunan dan perubahan sosial. "Majulah Desaku, Bangkitlah Pemudaku, Raihlah Hari Yang Cerah dan Indah Untuk Masa Depan Yang Lebih Bermartabat".

Selayang Pandang,
Ketua Umum Karang Taruna Bhakti Remaja Desa Kedungringin(2017-2020)

Selasa, 07 Mei 2019

Pasca Resufle Karang Taruna Bhakti Remaja Desa Kedungringin

Karang Taruna Bhakti Remaja Desa Kedungringin merupakan lembaga yang dibentuk dengan tujuan pengembangan sumberdaya manusia, pemberdayaan sosial dan pengembangan minat dan bakat. Sehingga, untuk mencapai sebuah visi yang besar itu maka Karang Taruna Bhakti Remaja Desa Kedungringin ini dibagi beberapa divisi/seksi. Tujuan pembagian divisi/seksi ini adalah sebagai pembagian dan pemerataan program kerja sesuai dengan divisi/seksinya masing-masing. Berdasarkan hasil resufle pengurus pada tanggal 8 Maret 2019, dengan Nomer SK: 470/003/Kep/429.511.09/2017 sebagai bukti legalitas berdirinya karang taruna. Dimana, Susunan pengurus harian yaitu: Ketua Umum Ahmad Sujoko,S.TP; Sekretaris Rizaldi Setiawan; Wakil Sekretaris Puji Pujayanti; Bendahara Umum Yuliana Dewi Fatima dan Wakil Bendahara Rizka Nur Safitri

Karang Taruna Bhakti Remaja Desa Kedungringin memiliki beberapa divisi/seksi yang menjadi fokus atau konsentrasi dalam melaksanakan program karang taruna baik itu dalam jangka pendek, menengah dan panjang. Adapun divisi itu ialah:

1. Seksi Pendidikan dan Pelatihan

Seksi ini diketuai Oleh Saudara Abd. Rafiq, SE.Sy(Dusun Tratas) dan Wakilnya Moh. Yusron Fathoni(Dusun Krajan). Adapun tujuan dan fungsi dari seksi pendidikan dan pelatihan ini untuk menangani terkait pendidikan baik itu formal maupun non-formal, serta pelatihan yang berbasis pemberdayaan dan pengembangan sumber daya manusia terutama wilayah kepemudaan.

2. Seksi Kelompok Usaha Bersama

Seksi Kelompok Usaha Bersama merupakan seksi yang menjadi kajian strategis dalam pengembangan softskill pemuda khususnya dalam bidang kemandirian dan wirausaha(Enterpreneurship) pemuda. Seksi ini tidak hanya melaksanakan program yang dari emerintahan desa, tapi juga bekerja sama dengan beberapa lembaga perguruan tinggi sebagai mitranya. Ketua Seksi Kelompok Usaha Bersama Adalah Moh. Nur Soleh(Dusun Krajan) dan Wakil Ketua Seksi Imam Taufiq(Dusun Kedungringin). Sementara ini KUB memiliki usaha yang dikelola bersama berupa pembesaran lele.

3. Seksi Kerohanian dan Pembinaan Mental Spiritual.

Seksi ini berhubungan langsung tentang pengembangan kepribadian dan keagamaan dalam artian yang luas. Dimana, seksi ini berfungsi sebagai kendali dalam hal prefentiv terhadap pemikiran pemuda dan sikap serta prilaku dalam kehidupan bermasyarakat. Yang tujuannya tidak lain menanamkan budi pekerti yang berlandaskan pemikiran religius untuk menumbuhkan kesopanan dan akhlaqul karimah. Seksi ini diketuai oleh saudara Ali Manshur, M.Pd.(Dusun Krajan)

4. Seksi Olah Raga dan Seni Budaya

Seksi ini bertujuan untuk mewadahi dan memfasilitasi pengembangan minat dan bakat warga karang taruna. Mulai dari pengembangan minat dan bakat dalam bidang olah raga maupun seni budaya. Dibawah kepemimpinan saudari Morina Puspita Sari Karang Taruna Bhakti Remaja Memiliki 2 kegiatan rutin setiap seminggu 1 kali yaitu: Sanggar Tari Bhakti Budaya Lestari dan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate.

5. Seksi Lingkungan Hidup 

Bagi anda kaum muda yang mempunyai jiwa sosial dan kepedulian terhadap lingkungan, seksi ini sangat cocok bagi teman-teman yang ingin menyumbangkan ide, gagasan, kreatifitas dan inovasinya dalam pelestarian lingkungan dan sosial kemasyarakatan. Seksi Lingkungan Hidup saat ini diketuai oleh saudara Eka Angga Redastu(Dusun Kedungringin) dan Wakilnya Siroi Jordan Ari F.(Dusun Krajan).

6. Seksi Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Kemitraan

Seksi Humas ini berfungsi sebagai kepanjangan tangan dari Ketua Umum, yang mana berfungsi sebagai penghubung dan pengondisian suasana internal karang taruna agar tetap guyub rukun dan bersinergi antara yang satu dengan yang lain. Seksi Humas ini diketuai oleh saudara Jumadi(Dusun Krajan) dan Wakilnya Fendiarto(Dusun Krajan)

Mengenal lebih dalam lembaga kepemudaan yang dimiliki oleh Desa Kedungringin dan Kontribusi didalamnya merupakan satu wujud kepedulian kita sebagai generasi muda terhadap kemajuan dan pembangunan sumber daya manusia Desa Kedungringin.

Senin, 10 September 2018

Gebyar Pentas Seni HUT RI Ke-73 Desa Kedungringin

Pada tanggal 8 September 2018, Desa Kedungringin mengadakan Gebyar Pentas seni dalam rangka penutupan serangkaian Acara HUT RI Ke-73 Desa Kedungringin. Acara dimulai pukul 18.00 WIB dibuka dengan acara penampilan berbagai sekolah yang ada di wilayah Desa Kedungringin. Berikut acara yaitu:
1. Penampilan SDN 3 Kedungringin
2. Penampilan SDN 1 Kedungringin
3. Penampilan SDN 2 Kedungringin
4. Penampilan MI Minhajut Thullab
5. SD Intensif Al-Mustofa
6. SMP Negeri 1 Muncar
Setelah penampilan siswa siswi masing-masing lembaga dibuka dengan acara inti yaitu:
1. Pembukaan
2. Menyanyikan lagu Indonesia Raya
3. Do'a bersama untuk mengenang jasa para pahlawan
4. Sambutan Panitia
5. Sambutan Kepala Desa
6. Pembagian hadiah
7. Pemotongan tumpeng dan 
8. Penutup

Selanjutnya ditutup dengan acara hiburan oleh artis-artis lokal Desa Kedungringin. Dan artis dari luar Desa Kedungringin.


















Minggu, 02 September 2018

Musyawarah Antar Desa, Kecamatan Muncar

Sosialisasi Program Inovasi Desa
Pembentukan Tim Pelaksanaan Inovasi Desa, Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi.

Perencanaan untuk tahun 2018, Dalam pengajuan potensi masing-masing desa yang terdapat di wilayah Kecamatan Muncar.